FONOLOGI

FONOLOGI
Yang disusun oleh :
Desy Riska Yanti

·         Pengertian Fonologi
Fonologi adalah bagian tata bahasa  atau bidang ilmu bahasa yang menganalis bunyi bahasa.  Istilah fonologi berasal dari bahasa Yunani “ Phone “ yang berarti bunyi dan “ Logos “ yang berarti ilmu.
Pengertian fonologi menurut para ahli :
ü  Menurut Keraf : fonologi adalah sebuah bagian dari tata bahasa yang mempelajari akan bunyi – bunyi bahasa yang menjadi suara dari manusia.
ü  Menurut Fromkin dan Rodman : fonologi adalah sebuah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis dan juga membicarakan akan semua runtutan bunyi – bunyi bahasa.
ü  Menurut Abdul Chaer : Fonologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari akan bunyi – bunyi dari pelafalan bahasa yang menjadi alat komunikasi untuk kita.
ü  Menurut Kridalaksana : Fonologi adalah sebuah ilmu dalam bidang linguistic yang menyelidiki bunyi – bunyi bahasa menurut fungsinya.
ü  Menurut Debdikbud : fonologi adalah sebuah ilmu bunyi bahasa yang mencangkup akan segala sejarah dan teori dari bunyi.
Jadi yang daoat saya simpulkan dari pengertian fonologi menurut para ahli diatas adalah suatu sistem bunyi bahasa yang dapat dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bunyi yang dihasilkan itu dpat melalui panca indra manusia seperti mulut, tenggorokan, dan yang lain – lain.
·         Bidang Fonologi
Bidang fonologi dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
1.      Fonetik yaitu bagian dari fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia.
2.      Fonemik yaitu bagian dari fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti. Perubahan makna yang dimaksud bisa diganti makna atau dapat kehilangan makna.
Contohnya : pada kata B A B  I yaitu hampir sama dengan kata P A P I .  kata babi memiliki dua konsonan b yang menjadi awal suku kata pertama dan kedua sedangkan kata papi memiliki dua konsonan juga yaitu P yang menjadi awal suku pertama dan kedua juga . jadi antara penyebutan bunyi BABI dengan PAPI hampir sma ttetapi mempunyai arti yang beda. BABI = binatang berkaki empat, sedangkan PAPI = penyebutan untuk seorang ayah.
Contoh yang kedua yaitu pada kata kata KUKU dengan KUTU. Yang menjadi pembeda yaitu konsonan K dan konsonan T . konsonan K terdapat di tengah sedangkan konsonan T juga terdapat di tengah. Pengyucapan kata KUKU dengan KUTU hampir sama tetapi artinya beda. KUKU = pelindung kulit yang terdapat di jari – jari tangan, sedangkan KUTU = binatang kecil yang hinggap di rambut dan membuat gatal.
Bunyi ujaran yang bersifat netral atau masih belum terbukti membedakan arti disebut fona, sedangkan fonem iyalah satuan bunyi ujaran terkecil yang membedakan arti. Variasi fonem karena pengaruh lingkungan yang dimasukidisebut alofon. Gambar atau lambang fonem dinamakan huruf. Jadi fonem berbeda dengan huruf.
Fonem dalam  Bahasa Indonesia terdiri atas :
a.      Vokal adalah bunyi ujaran yang tidak mendapatkan rintangan atau hambatan  saat dikeluarkan dari paru – paru. Vokal dpat dibagi menjadi 2 yaitu :
-          Vokal monoftong / tunggal yang meliputi a, i , u, e, o
-          Vokal difting / rangkap yang meliputi au, ai, .
b.      Konsonan adalah bunyi ujaran yang dihasilkan saat keluar mendapat hambatan / rintangan . contoh huruf konsonan yaitu b,c,d,f,g,h,j,k,l,m,n,,p,q,r,s,t,v,w,x,y,z.

Selain fonem dan fonetik, hal yang perlu dipahami dalam berujar adalah intonasi. Intonasi mengatur tinggi-rendah, keras lunak, cepat lambatnya suara dalam berujar sehingga ujaran dapat dipahami oleh pendengar.
·         Alat Ucap Bahasa
Fonetik artikulatoris membicarakan cara –cara alat ucap untuk membentuk berbagai bunyi bahasa. Alat – alat ucap manusia yang dapat menghasilkan bunyi – bunyi bahasa (fon) dibedakan menjadi 3 bagian :
1.      Artikulator adalah alat – alat bicara manusia yang dapat bergerak secara leluasa dan menyeluruh dan membentuk bermacam – macam posisi. Alat bicara semacam ini terletak dibagian bawah atau rahang bawah. Yang dimaksud dengan alat ucap artikulator seperti :
a.       Bibir bawah ( labium )
b.      Gigi bawah ( dentum )
c.       Ujung lidah ( apeks )
d.      Depan lidah ( fron of the tongue )
e.       Tengah lidah ( lamino )
f.       Belakang lidah ( dorsum )
g.      Akar lidah
2.      Titik artikulasi adalah alat – alat bicara manusia yang menjadi pusat sentuhan dan bersifat statis. Alat – alat ucap yang dimaksud adalah :
a.       Bibir bawah ( labium )
b.      Gigi bawah ( dentum )
c.       Lengkung kaki gigi atas ( alveolum )
d.      Lagit – langit keras ( alatum )
e.       Langit – langit lunak ( velum )
f.       Anak tekak ( uvula )
3.      Alat – alat lain yang menunjang antara lain :
a.       Hidung ( nose )
b.      Rongga hidung ( nasal cavity )
c.       Rongga mulut ( oral cavity )
d.      Pangkal kerongkongan ( laring )
e.       Katup jakun ( epiglotis )
f.       Pita suara
g.      Pangkal tenggorokan  ( laring )
h.      Batang tenggorokan ( trakea )
i.        Paru – paru
j.        Sekat rongga dada ( diafragma )
k.      Saraf diafragma
l.        Selaput rongga dada ( pleural cavity )
m.    Bronchus
·         Manfaat Fonologi yaitu berkaitan dengan linguistik terapan, misalnya untuk pengajaran bahasa asing.








BUNYI BAHASA
PENJELASAN
FONEM
A
Posisi bibir terangkat dan mulut agak terbuka ( menganga ) dan ada udara yang keluar dari mulut

I
Dengan sedikit mendorong sudut bibir kesebelah dalam. Dengan bentuk mulut seperti corong.

U
Posisi bibir untuk penyebutan vokal ini hampir sama dengan O. Mulut lebih dipersempit sedikit dan bibir lebih sedikit didorong ke depan.

E
Posisi bibir relatif merata dengan kedua ujung bibir ke samping dan lidah lebih kedepan

O
Posisi kedua bibir maju kedepan dan membentuk bulat dengan posisi lidah berada di tengah tengah antara rahang atas dan rahang bawah.
FONEM DIFTONG
OI
Bentuk mulut bulat kedepan dan kemudian dan kemudian kedua bibir kebelakang kemudian bagian kedua pinggir lidah menyentuh bagian kedua gigi belakang
AU
Yang tadinya mulut terbuka ( menganga ) kemudian kedua bibir maju kedepan dan posisi kedua bibir bulat dan saling bertemu
OU
Kedua bibir saling bertemu kedepan sehingga membentuk bulat dan posisi lidah tidak menyentuh gigi maupun langit langit ( berada di tengah )
FONEM KONSONAN
  B
Posisi awal kedua bibir saling bertemu dan tertutup rapat kemudian sedikit terbuka dan bibir atas maupun bawah saling berjauhan, posisi lidah berada di tengah tengah antara rahang atas dan bawah
C
Bagian sisi lidah ditempatkan tegas menyentuh bagian samping gigi atas, ujung lidah menyentuh bagian samping gigi atas, ujung lidah menyentuh pusat gusi atas
D
Ujung lidah secara ringan menyentuh gusi atas, jentikannya diawali oleh deskan udara, lidah melepasa diri dari tekanan
F
Gigi atas lebih ditekankan pada bibir bawah
G
Posisi lidah sama dengan sama dengan membunyikan K. Bagian lidah bagian beloakang menyentuh langit – langit rahang atas bagian belakang
H
Mulut terbuka lebar dan menghembuskan nafas dari mulut
J
Gigi atas dan gigi bawah saling bersentuhan dan sedikit agak ditekan dan lidah menyentuh langit – langit atas mulut
K
Untuk posisi mulut ini agak lebih sedikit besar dan terbuka dibandingkan dengan huruf G dan posisi lidah menyentuh bagian atas belakang langit mulut
L
Lidah melengkung tepat dibagian belakang gigi atas, tidak melebar dan mengendur tetapi tangkas dan menipis lembut agar udara dapat melintas dari sisi – sisinya
M
Bibir lemas dan santai, saling menyentuh dengan ringan, mulut sedikit didorong kedepan, tetapi tidak ada tekanan.
N
Lidah menyentuh pangkal gigi atas dengan ringan, bibir atas dan sisi rongga bibbir atas dan sisi rongga hidung sedikit diangkat, rongga mulut agak dibesarkan
P
Posisi bibir dan lidah sama seperti penyebutan huruf B
Q
Posisi bibir bawah dan atas maju kedepan tetapi posisi lidah menyentuh bagian bawah gigi belakang
R
Ujung lidah digetarkan hingga menyentik pangkal gigi atas dan sedikit gigi bawah
S
Kedua gigi bertemu dan mengeluarkan suara desisan seperti penyebutan huruf X dan posisi lidah agak sedikit dimajukan tetapi tidak sampai menyentuh gigi atas maupun bawah
T
Ujung lidah ditempatkan kebagian atas gigi. Begitu lidah memetik dan lepas dari posisi, ledakan kecil dari udara dihembuskan
V
Gigi atas menyentuh sedikit bibir bawah dan bibir atas sedikit dinaikkan
W
Posisi awal kedua bibir maju kedepan kemudian mundur dan sedikit terbuka kesamping
X
Gigi bawah dan gigi atas saling bertemu dan mengeluarkan sedikit suara desisan saat penyebutannya
Y
Dimulai dengan formasi ( I ) dan bongkokkan lidah, seolah hanya memberi sedikit ruang pada mulut bagian atas
Z
Sama seperti saat mengucapkan S tetapi agak lebih diberatkan,
FONEM KLUSTER
KH
Bagian belakang lidah dan rahang atas bagian belakang saling bersentuhan dan mulut terbuka lebar dan posisi lidah berada di tengah tengah
NYA
Posisi lidah awalnya menyentuh langit bagian atas kemudian membentuk mulut sedikit terbuka ( menganga )   dan posisi lidah berada di tengah tengah
NG
Ujung lidah ditempatkan dibelakang dan diatas gigi atas bagian depan, pojok ( bagian belakang dari lidah ) diangkat dan bergerak sejauh mungkin.
SY
Ujung lidah bekerja terbalik tetapi cenderung naik kemulut, gigi atas menutup tanpa menyentuh gigi bawah, dan bibir bergerak ke atas






Daftar Pustaka
http://bahasaindosugik.blogspot.co.id/2011/11/fonologi.html?m=1 diakses pada tanggal 21 Maret 2017 pukul 12.00 WIB


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINTAKSIS

hakekat bahasa

hubungan antara sejarah sastra, teori sastra dan kritik sastra