bahasa baku dan tidak baku



BAHASA BAKU DAN BAHASA TIDAK BAKU
Yang Disusun Oleh :
Desy Riska Yanti ( 1640605033 )
ü  Pengertian Bahasa Baku
Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah ditentukan atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun Ejaan kaidah bahasa indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ). Ketidakbakuan suatu kta bukan hanya ditimbulkan oleh salah penulisan saja tetapi bisa juga disebabkan oleh pengucapan yang salah dan penyusunan suatu kalimat yang tidak benar.

ü  Fungsi Bahasa Baku
Bahasa Indonesia Baku mempunyai 4 fungsi yaitu :
1.      Bahasa indonesia baku sebagai pemersatu
Bahasa indoensia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dilalek bahasa. Bahasa indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat dengan bahasa indonesia yang baku. Bahasa indonesia baku mengikat kebhinekaan rumpun dan bahasa yang ada dengan membatasi pemakaian bahasa daerah tetapi tidak menghilangkannya. Bahasa indonesia baku merupakan wahana atau alatbahas kebudayaan nasional. Fungsi pemersatu ini ditingkatkan melalui usaha memberlakukannya sebagai salah satu syarat atau ciri manusia indonesia modern.
2.      Bahasa Indoensia Baku sebagai penanda kepribadian
Bahasa indonesia baku merupakan ciri khas yang membedakannya dengan bahasa- bahasa lainnya. Bahasa indonesia baku memperkuat perasaan kepribadian nasional dan membedakan antara bahasa negara indonesia dengan negara lainnya.
3.      Bahasa Indonesia Baku berfungsi penambah wibawa
Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui pemerolehan bahasa baku. Di samping itu, pemakai bahasa yang mahir berbahasa Indonesia baku “dengan baik dan benar” memperoleh wibawa di mata orang lain. Fungsi yang meyangkut kewibawaan itu juga terlaksana jika bahasa Indonesia baku dapat dipautkan dengan hasil teknologi baru dan unsur kebudayaan baru. Warga masyarakat secara psikologis akan mengidentifikasikan bahasa Indonesia baku dengan masyarakat dan kebudayaan modern dan maju sebagai pengganti pranata, lembaga, bangunan indah, jalan raya yang besar.
4.      Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan. 
Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku itu menjadi tolok ukur pemakaian bahasa Indonesia baku secara benar. Oleh karena itu, penilaian pemakaian bahasa Indonesia baku dapat dilakukan. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku juga menjadi acuan umum bagi segala jenis pemakaian bahasa yang menarik perhatian karena bentuknya yang khas, seperti bahasa ekonomi, bahasa hukum, bahasa sastra, bahasa iklan, bahasa media massa, surat-menyurat resmi, bentuk surat keputusan, undangan, pengumuman, kata-kata sambutan, ceramah, dan pidato.

ü  Ciri – ciri Bahasa Indonesia Baku
Ciri-ciri bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia nonbaku telah dibuat oleh para pakar bahasa dan pengajaran bahasa Indonesia. Mereka itu antara lain Harimurti Kridalaksana, Anton M. Moeliono, dan Suwito.
Ciri-ciri bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia nonbaku itu dibeberkan di bawah ini setelah merangkum ciri-ciri yang ditentukan atau yang telah dibuat oleh para pakar tersebut.
Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku sebagai berikut:
a)    Pelafalan sebagai bagian fonologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang relatif bebas dari atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek.Misalnya, kata : / keterampilan / diucapkan / ketrampilan / bukan / ketrampilan, / Belajar / diucapkan / blajar / bukan / blajar, Negeri / diucapkan / negri / bukan / negri,  / mereka / diucapkan / mreka / bukan / mreka
b)    Bentuk kata yang berawalan me- dan ber- dan lain-lain sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kata.
Misalnya:
Banjir menyerang kampung yang banyak penduduknya itu.
Bapak Andi sangat Berwibawa sekali dalam sehari harinya.
Vina Melaksanakan perintah dari ayahnya.
Dia Bersedekah saat memiliki uang lebih.
Budi Berkelana sampai ke negeri Cina.
Murid – murid menyimak dengan baik saat proses pembelajaran sedang berlangsung.
Kuliah sudah berjalan dengan baik.
c)    Konjungsi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat. Konjungsi dibagi menjadi :
-          Konjungsi koordinatif befungsi sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya sama. ( contoh : dan, namun, tetapi, atau, padahal, sedangkan, dan serta.
Misalnya:
1.      Desy membeli semangka, pisang , dan anggur di pasar untuk membuat jus buah
2.      Toni sudah berusaha semaksimal mungkin, namun hasilnya belum maksimal.
3.      Vina tidak suka bermain bola kaki tetapi vina suka bermain lompat tali.
4.      Abdillah kalah dalam lomba bola kaki padahal dia sudah berusaha dengan maksimal.
5.      Si nina suka dengan boneka sedangkan si tomi tidak.
-          Konjungsi Korelatif adalah konjungsi yang dalam penggunaanya berupa kata berpasangan. Fungsinya hampir sama dengn konjungsi koordinatif.
Misalnya :
1.      Jangankan memasak, menyanyi pun juga bisa dia lakukan.
2.      Baik rizki maupun dila, mereka sama – sama bisa berenang.
3.      Yuni bingung apakah dia harus membeli baju atau sepatu ?
4.      Rahman tidak hanya bekerja di bengkel tetapi juga bekerja sebagai tukang bangunan.
5.      Tidak hanya dia yang bisa mendapatkan nilai bagus, saya pun bisa.
-          Konjungsi subordinatif
Konjungsi ini merupakan kebalikan dari konjungsi koordinatif. Fungsinya yaitu sebagai penghubung antar unsur kalimat yang tidak sama kedudukannya.
Misalnya :
1.      Jika punya cukup uang, dia akan membeli sepeda motor.
2.      Kalau saja dia tidak nakal pasti tidak dimarah oleh orang tuanya.
3.      Tanpa adanya kerja keras dan usaha tidak akan berhasil.
4.      Ardi makan bakso tanpa sambal
5.      Saat ani pergi kesekolah tiba – tiba saja hujan deras.

d)    Partikel –kah, -lah dan ­–pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.Misalnya:
Bacalah buku itu sampai selesai!
Bagaimanakah cara kita memperbaiki kesalahan diri?
Bagaimanapun kita harus menerima perubahan ini dengan lapang dada.
Dimanakah kita harus mencari buku matematika itu ?
Haruskah kita meminta maaf dengan dia ?
Sudahlah biar aku saja yang mengalah untuk dia.
Terserahlah apa maumu sekarang aku ikut apa katamu.
Mungkinkah kita akan terus bersama selamanya dalam keadaan apapun ?
e)    Preposisi atau kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Misalnya:                                               
Saya bertemu dengan adiknya kemarin.
Ia benci sekali kepada orang itu.
Saya dengan ardi makan es krim di taman.
Ibu tiri itu jahat sekali dengan anaknya.
Kepada kedua mempelai dipersilahkan untuk foto keluarga.
Ibu menberi kue kepada si Jalu.
Tirta benci dengan aku karena masalah yang sepele.
f)     Bentuk kata ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam kalimat.
Misalnya:
Mereka-mereka itu harus diawasi setiap saat. 
Semua negara-negara melaksanakan pembangunan ekonomi. 
Suatu titik-titik pertemuan harus dapat dihasilkan dalam musyawarah itu.
Malam – malam pekerjaan itu diselesaikannya.
Ibu – ibu sedang  berkumpul untuk arisan bersama.
Danau – danau itu sangat indah dipandang.
Kuda – kuda itu sangat bahagia saat menempati ruma barunya.
Dirumahku orang – orang itu sedang nonton bola bersama.
g)    Kata ganti atau polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap dalam kalimat. 
Misalnya:
Saya – anda bisa bekerja sama di dalam pekerjaan ini.
Aku – engkau sama-sama berkepentingan tentang problem itu.
Saya – Saudara memang harus bisa berpengertian yang sama.
Aku – anda dapat bekerjasama untuk membangun sekolah.
Aku – engkau sama – sama mencintai dia.
Saya – saudara memang harus saling membantu demi kesuksesan perusahaan ini.
Aku – anda memang berbeda pendapat dalam hal warna dan desain.
Aku – engkau selalu berbeda pendapat saat ada diskusi kelas.
Saya – saudara tetap bersama walaupun berbagai rintangan akan kita hadapi.
h)   Pola kelompok kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya:
Surat Anda sudah saya baca.
Kiriman buku sudah dia terima.
Bunga Anda sudah saya terima.
Sayur Anda sudah saya masak.
Foto dia sudah saya pajang.
Kiriman kue anda sudah saya terima.
Laptop anda sudah saya jual.
i)     Konstruksi atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya:
Saudaranya
Dikomentari
Mengotori
Harganya
j)      Fungsi gramatikal (subyek, predikat, obyek sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Misalnya:
Kepala Kantor pergi keluar negeri.
Rumah orang itu bagus.
Laptop dina bagus.
Ardiansa pergi ke derawan.
Shinta menjenguk sahabatnya di RS

k)    Struktur kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat.
Misalnya:
1.      Mereka sedang mengikuti perkuliahan dasar-dasar Akuntansi I. Sebelum analisis data dilakukannya, dia mengumpulkan data secara sungguh-sungguh.
2.      Mereka membuat konsep – konsep untuk pernikahannya nanti\
3.       

l)     Kosakata sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Misalnya:
Mengapa, tetapi, bagaimana, memberitahukan, hari ini, bertemu, tertawa, mengatakan, pergi, tidak begini, begitu, silakan.
Misalnya :
1.      Mengapa semua ini harus terjadi kepada diriku ?
2.      Dia sangat baik akan tetapi kebaikannya malah membuat dia sengsara.
3.      Bagaimana keadaan orang yang terkena bencana banjir itu ?
4.      Kepala sekolah memberitahukan bahwa hari ini ada rapat untuk semua guru.
5.      Hari ini belum ada yang memberikan selamat ulang tahun.
m)  Ejaan resmi sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Peristilahan baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).


ü  Pengertian Bahasa Tidak Baku
Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan sehari – hari atau dalam bahasa tutur. Adapaun faktor – faktor  yang menyebabkan munculnya kata tidak baku antara lain :
1.      Yang menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
2.      Yang menggunakan bahasa sudah terbiasa memakai bahasa yang tidak aku.
3.      Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh oleh orang – orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
4.      Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.

Kata Baku
Kata Tidak baku
Kalimat Baku
Aktif
Aktip
Rani aktif di organisasi Tarbiyah
Foto
Poto
Dia dan teman – temanya foto bersama saat perpisahan sekolah
November
Nopember
Desy berulang tahun di bulan November
Apotek
Apotik
Nuni membeli obat di apotek karena ibunya sedang sakit
Nasihat
Nasehat
Nasihat dari ibunya iyalah jangan pernah tinggalkan solat dan mengaji
Atmosfer
Atmosfir
Atmosfer di bumi mulai menipis dikarenakan banyaknya aktivitas pabrik yang merusak lapisan bumi.
Aktivitas
Aktifitas
Aktivitas saya dikampus adalah belajar dan mengerjakan tugas
Atlet
Atlit
Gugun adalah atlet karate yang hebat
Antre
Antri
Antrean di puskesmas sangat ramai
Bus
Bis
Bus untuk tujuan kota semarang akan segera berangkat
Cabai
Cabe
Harga cabai di pasar melonjak naik
Ekstrem
Ekstrim
Jalanan menuju puncak sangat ekstrem
Hakikat
Hakekat
Hakikat bahasa Indonesia
Ijazah
Ijasah
Untuk dapat mengambil KTM harus membawa legalizir Ijazah
Izin
Ijin
Nina Izin tidak bisa masuk kerja hari ini karena sakit kepala
Jenderal
Jendral
Rumah Ani di Jalan Jenderal sudirman
Karier
Karir
Karier Ani sangat berkemebang pesat setelah mengikuti audisi menyanyi
Kreativitas
Kreatifitas
Kreativitas diperlukan untuk bisa membuat benda – benda unik
Kuitansi
Kwitansi
Untuk pembelian ATK diminta kuitansinya untuk bukti pembelian
Masjid
Mesjid
Pengajian dilakukan di masjid Al – ma’arif
Miliar
Miliyar
Untuk pembangunan hotel tersebut dibutuhkan dana 50 miliar







Daftar Pustaka
Zainal Nusyirwan. 2013. Bahasa baku dan Non Baku dalam Bahasa Indonesia. (online) http://zainalnusyirwan.blogspot.co.id/2013/04/bahasa-baku-dan-non-baku-dalam-bahasa.html diakses pada tanggal 05 Maret 2017 pukul 17.30


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINTAKSIS

hakekat bahasa

hubungan antara sejarah sastra, teori sastra dan kritik sastra