SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
SEJARAH
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Yang
disusun oleh :
Desy Riska
Yanti
Bahasa Indonesia yang kita gunakan
sebagai bahasa negara indonesia berasal dari bahasa melayu. Bukan baru sekarang saja bahasa melayu atau bahasa indonesia itu digunakan sebagai
penghubung di beberapa negara di Asia Tenggara tetapi sudah dipakai sejak
dahulu kala. Bahasa melayu merupakan
sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai bahasa pergaulan di nusantara.
Bahasa melayu dan ratusan bahasa
daerah lainnya berakar dari bahasa Austronesia yang mulai muncul sekitar abad 6.000.000
– 10.000.000 tahun yang lalu. Adapun
fungsi bahasa melayu saat itu adalah :
1. Bahasa
melayu sebagai bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku – buku yang berisi aturan
dan sastra
2. Bahasa
perhubungan yaitu menghubungkan antara daerah satu dengan daerah lainnya
sehingga membentuk satu kesatuan.
3. Bahasa
perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia maupun pedagang yang berasal
dari luar Indonesia.
4. Bahasa
resmi kerajaan yaitu bahasa yang digunakan oleh raja – raja dahulu untuk
berkomunikasi dengan kerajaan yang lain serta dengan rakyatnya
Penggunaan bahasa melayu sebagai
bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan
dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada kongres nasional kedua di Jakarta,
Muhammad Yamin mengatakan bahwa : “ jika
mengacu pada masa depan bahasa – bahasa yang ada di Indonesia dan
kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa
persatuan yaitu bahasa melayu da bahasa jawa.
Tapi dari dua bahasa tersebut, bahasa melayulah yang lambat laun yang
akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan “.
Bahasa Indonesia dianggap lahir dan
diakui keberadaannya pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober tahun 1928 yang
berisikan di butir ketiga dari Sumpah Pemuda yaitu “ kami putra dan putri
indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia “ tetapi bahasa
Indonesia secara resmi diakui
keberadaannya pada tanggal 18 Agustus 1945.
Penelusuran perkembangan bahasa
Indonesia bisa dimulai dari pengamatan beberapa inskripsi ( batu tertulis )
atau prasasti – prasasti yang merupakan bukti sejarah keberadaan bangsa Melayu
di Nusantara. Contoh dari prasasti – prasasti tersebut adalah :
1. Kedukan
Bukit ( 683 Masehi )
Prasasti
kedukan bukit ditemukan di tepi sungai Tatang di Sumatera Selatan, yang
bertahun 683 Masehi. Prasasti ini dianggap yang paling tua yang memuat nama
Sriwijaya.
2. Prasasti
Talang Tuwo ( 684 Masehi )
Prasasti
ini menjelaskan tentang kontruksi bangunan Taman Srikestra yang dibangun atas perintah
Hyang – Jayanaca sebagai lambang keselamatan raja dan kemakmuran negeri.
Prasasti ini juga memuat berbagai mantra suci dan berbagai doa untuk
keselamatan raja.
3. Prasasti
Kota Kapur ( 686 Masehi ) dan Prasasti Karang Brahi ( 686 Masehi ) di Kambi, keduanya
berisikan hampir sama, yaitu permohonan kepada Yang Maha Kuasa untuk
keselamatan kerajaan Sriwijaya, agar menghukum para penghianat dan orang –
orang yang memberontak kedaulatan raja.
Selaiin berbagai prasasti tersebut,
terdapat pula beberapa catatan – catatan yang bisa dijadikan sumber informasi
mengenai asal usul bahasa melayu. Sejarah kuno Negeri Cina turut membuktikan
tentang keberadaan bahasa melayu.
Sejarah kongres bahasa indonesia :
1. Kongres
bahasa indonesia I tanggal 25 – 28 Juni 1938 dilangsungkan kongres bahasa
indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha
pembinaan dan pengembangan bahasa indonesia telah dilakukan oleh cendekiawan
dan kebudayaan indonesia saat itu. Tanggal 18 Agustus 1945, dilakukan
penandatangan Undang – Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya ( pasal 36 )
menetapkan bahasa indonesia sebagai bahasa negara. Tanggal 19 Maret 1947
diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuyjsen yang
berlaku sebelumnya. Pemuda / tokoh nya adalah wr.Rendra
2. Kongres
Bahasa Indonesia II tanggal 28 Oktober – 02 November 1954 diselenggarakan
Kongres bahasa Indonesia II di medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad
bangsa Indonesia untuk terus menerus menyempurnakan bahasa indoensia yang
diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bhasa negara. Tokoh
dalam kongres Bahasa II iadalah J. Leimena, soegondo Djojopoespito, S.
Mangoensarkoro
3. Kongres
Bahasa Indonesia III tanggal 28 Oktober hingga 02 November 1978 diselenggarakan
kongres bahasa indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka
memperingati Sumpah Pemuda yang ke – 50 ini selain memperlihatkan kemajuan,
pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha
memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
4. Kongres
Bahasa Indonesia IV tanggal 21 – 26 November 1983 IV di Jakarta. Kongres ini mengambil
keputusan yang berupa kesimpulan dan usul tindak lanjut dalam hubungan dengan
masalah – masalah dalam bidang bahasa, pengajaran bahasa, dan pembinaan bahasa
dalam kaitannya dengan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
5. Kongres
Bahasa Indonesia V. Tanggal 28 Oktober hingga 03 November 1988 diselenggarakan
kongres bahasa indonesia V di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh kira – kira
tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indoensia dan peserta tamu dari
negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Mlalaysia, Singapura, Belanda,
Jerman, dan Australia. Kongres ini ditanda tangani dengan mempersembahkan karya
besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di
Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia.
6. Kongres
Bahasa VI pada tanggal 28 Oktober hingga 02 November 1993 di Jakarta. Kongres
mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya
menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta
mengusulkan penyusunan Undang – undang Bahasa Indonesia.
7. Kongres
Bahasa Indonesia VII tanggal 26 – 30 Oktober 1998 diselenggarakan di hotel
Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan Pembentukan Badan Pertimbangan
Bahasa.
8. Kongres
Bahasa Indonesia VIII pada 14 – 17 Oktober 2003. Berdasarkan Sumpah Pemuda yang
dicetuskan pada bulan Oktober 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki
satu bahasa yakni Bahasa Indonesia, maka bulan Oktober setiap tahun dijadikan
bulan bahasa. Pada setiap bulan bahasa berlangsung seminar Bahasa Indonesia di
berbagai lembaga yang memperhatikan Bahasa Indonesia. Dan bulan bahasa tahun
ini mencangkup kongres bahasa Indonesia.
9. Kongres Bahasa
Indonesia IX tanggal 28 Oktober – 01 November 2008 di Jakarta. Kongres tersebut
akan membahas lima hal utama, yakni bahasa indonesia, bahasa daerah, penggunaan
bahasa asing, pengajaran bahasa dan sastra serta bahasa media massa.
10. Kongres
Bahasa Indonesia X pada tanggal 28 Oktober – 31 Oktober 2013. Kesimpulan dari
kongres ini adalah menteri pendidikan dan kebudayaan ( Mendikbud )
merekomendasikan hal – hal yang perlu dilakukan pemerintah. Rekomendasi
tersebut berdasarkan laporan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
serta paparan enam makalah pleno tunggal.
Daftar Pustaka
Https://id.m.wikipedia.org/wiki/kongres_Bahasa_Indonesia?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C6776891304 Diakses
pada tanggal 14 Maret 2017 pukul 21.00 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia diakses
pada tanggal 14 Maret 2017 pukul 20.41 WIB
Komentar
Posting Komentar